Panji Virgianto Menemui Warga Kelurahan Pancoran

Diposting pada

Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta F PDIP Panji Virgianto gelar kegiatan reses di kelurahan Pancoran Minggu 21Pebruari 2021.

Kegiatan resesini terjun ke Daerah Pemilihan mereka untuk mendengar aspirasi dari konstituen.

H. Panji bertatap muka langsung dengan masyarakat di Kantor Kelurahan Pancoran, pada Minnggu pagi yang dihari sekitar 100 orang yang terdiri dari perwakilan Ormas,LKM, Karang Taruna,RT/RW dan Tokoh masyarakat di Kelurahan Pancora.

Tujuan yang hadir ingin menyampaikan apa yang selama ini menjadi keluhan /kebutuhan mereka.


Lurah Pancoran Isno Usnodo memaparkan bahwa di Kelurahan ini masih minim fasilitas umum dan warga sangat membutuhkan, seperti membangun Septitank,Taman RPTRA, dan peningian tanggul . Dengan membangun fasilitas ini bisa menanggulangi banjir”, ujar Lurah Pancoran Isno.
Selanjutnya Anggota DPRD Prov DKI Jakarta H.Panji Virgianto, dalam kesempatannya mengatakan yang program yang belum terealisasi di tahun 2020 akan di realisasikan di tahun ini 2021.
Mengenai musibah banjir di Jakarta itu akibat curah hujan yang tinggi dan tumpahan air dari Bogor. DPRD DKI Jakarta sudah menyarankan Pemda Bogor agar memperluas waduk yang ada di Bogor dengan biaya dari DKI Jakarta”,ucap H.Panji. Minggu (21/2/2020)
Panji menghimbau warga yang tinggal dekat kali itu tanah rekrutan jangan dibangunin,kebiasaan masyarakat memperluas rumahnya tidak memikirkan keselamatannya”, himbau Panji.
Mengenai kebutuhan warga kelurahan Pancoran, akan di tinjau dulu , turun langsung kemasyarakat menanyakan apa yang sangat dibutuhkan dan Insyaallah setelah peninjauan akan segera direalisasikan”, tegas Panji .

Ditempat yang sama Firdaus Turmudzi menjelaskan peraturan daerah khusus ibu kota Provinsi DKI Jakarta No 4 Tahun 2015 tentang pelestarian kebudayaan Betawi yang harus di lindungi,mengamankan dan melestrikan budaya Betawi, warga betawi harus mengembangkan nilai -nilai tradisi betawi yang merupakan jati diri dan perlambang kebanggaan masyarakat Betawi dalam masyarakat yang multikultural”, terang Firdaus.

Menurut Firdaus selama ini budaya Betawi kurang mendapat perhatian, makanya perlu ada pemberian makna agar budaya daerah jadi sesuatu yang bermakna bagi dimasyarakat dan mendapat penghargaan yang selayaknya dalam karakteristik pluralistik”, ujar Firdaus.
Firdaus melanjutkan, “Alhamdulillah per1 Pebruari 2017 pemerintah DKI Jakarta telah menetapkan 8 Ikon budaya Betawi yang artinya menjadi jati diri kota Jakarta, identitas masyarakat Jakarta dalam beraktifitas baik di pemerintahan maupun di swasta.Dengan ditetapkan 8 ikon budaya Betawi diharapkan pariwisata dan industri kreatif berbasis budaya diprovinsi DKI Jakarta semakin meningkat”, pungkas Firdaus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *